3.07.2014

Memilukan, menulis judul saja salah ( menuai hasil mengustadzkan ahlul bid’ah )

Memilukan, menulis judul saja salah

menuai hasil mengustadzkan ahlul bid’ah )

Image 2
Bab Tiga:
Sedikit Kesalahan Pada Judul
Pada sampul buku Cak Dul Ghafur tergambar Sepatu PDL yang gagah, lalu di sampingnya ada sepatu hak tinggi perempuan berwarna merah muda, dan juga gambar dua kuntum mawar merah jambu. Judulnya: “Hampir-hampir Saja … Mereka Jantan.” Lalu dibawahnya ditulis dengan bahasa Arab:

كاد أن يكونوا رجالا


            Sepertinya pada kesempatan ini ana ingin mengajak Cak Dul untuk sedikit muroja’ah masalah nahwu, biar nggak jenuh ngurusi hizbiyyin melulu. (كاد) merupakan fi’il yang menunjukkan makna “hampir-hampir”, amalannya adalah me-rofa’-kan isimnya, dan me-nashob-kan khobarnya, karena memang dia itu dalam hal ini seperti ( كان). Al Imam Ibnu Malik -rohimahullohu- berkata:
ككان كاد وعسى
Al Makudiy -rohimahullohu- berkata:
يعني : أن (كاد) و(عسى) مثل (كان) في كونها ترفع الاسم وتنصب الخبر إلا أن خبر كاد وعسى لا يكون في الغالب إلا فعلا مضارعا
Yaitu: bahwasanya ( كاد) dan ( عسى) itu seperti ( كان) dalam keadaannya  me-rofa’-kan isimnya, dan me-nashob-kan khobarnya. Hanya saja khobar ( كاد) dan ( عسى) seringnya hanyalah berupa fi’il mudhori’. (“Syarhul Makudiy ‘alal Alfiyah”/hal. 69).
Jika memang demikian, maka hukum isim (كاد) dan khobarnya -yang berbentuk fi’il mudhori’- itu sama dengan hukum asli mubtada’ dan khobar, yaitu dari sisi harus ada robith (pengikat) pada khobar yang menggandengkannya dengan mubtada’nya. Muhammad Al Ahdal -rohimahullohu- berkata tentang khobar yang berbentuk jumlah:
ولا بد من اقترانها برابط يربطها بالمبتدأ، وإلا كانت أجنبية عنه فلا يصح الإخبار بها عنه .
“Dan jumlah tadi harus diiringi dengan suatu robith yang mengikatnya dengan dengan mubtada’. Jika tidak demikian maka jadilah jumlah tadi adalah sesuatu yang asing dari mubtada’nya sehingga tidak sah untuk menjadi khobar baginya.” Lalu beliau menyebutkan perincian yang lain. (rujuk “Al Kawakibud Durriyyah”/hal. 186).
Lalu beliau -rohimahullohu- berkata:
ثم الأصل في الرابط كونه ضميرا مذكورا كان أو محذوفا

“Kemudian pada asalnya: robith (pengikat) tadi itu berbentuk dhomir, baik dia itu tersebutkan ataupun terhapuskan.” (“Al Kawakibud Durriyyah”/hal. 186).
Demikian pula  isim (كاد) dan khobarnya, harus ada pengikat antara khobar dan isimnya. Dan seringkali pengikat tersebut adalah dhomir pada khobar yang kembali pada isimnya. Contohnya adalah pada firman Alloh ta’ala:
إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آَلِهَتِنَا [الفرقان : 42]
Khobarnya adalah jumlah fi’liyyah ( ليضلنا). Pengikatnya dengan isimnya adalah dhomir mustatir pada fi’il tersebut yang taqdirnya adalah ( هو), dia kembali pada isim ( كاد) yaitu ( هو) juga.
Demikian pula firman Alloh ta’ala:
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُم [البقرة : 20]
Khobarnya adalah jumlah fi’liyyah (يخطف). Pengikatnya dengan isimnya adalah dhomir mustatir pada fi’il tersebut yang taqdirnya adalah ( هو), dia kembali pada isim ( كاد) yaitu البرق) dan ini cocok karena dia itu mufrod.
Demikian pula firman Alloh ta’ala:
وَمَا كَادُوا يَفْعَلُون [البقرة : 71]
Khobarnya adalah jumlah fi’liyyah (يفعلون). Pengikatnya dengan isimnya adalah wawul jama’ah pada fi’il tersebut, dia kembali pada isim ( كاد) yaitu wawul jama’ah juga.
Demikian pula pada firman Alloh ta’ala:
وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَك [الإسراء : 73]
Khobarnya adalah jumlah fi’liyyah (يفتنونك). Pengikatnya dengan isimnya adalah wawul jama’ah pada fi’il tersebut, dia kembali pada isim ( كاد) yaitu wawul jama’ah juga.
Demikian pula pada firman Alloh ta’ala:
كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا [الجن : 19]
Khobarnya adalah jumlah fi’liyyah (يكونون). Pengikatnya dengan isimnya adalah wawul jama’ah pada fi’il tersebut, dia kembali pada isim (كاد) yaitu wawul jama’ah juga.
Dengan penjelasan ini semua, berarti Cak Dul perlu mengoreksi judul tersebut menjadi:

(كادوا أن يكونوا رجالا)

Cak Dul, bukannya ana hendak cari-cari kesalahan kecil. Andaikata kesalahan tadi ada di sela-sela pembahasan yang ada di perut buku, mungkin ana tak akan mempermasalahkan. Tapi berhubung kesalahan tadi cukup nyata, ada pada halaman cover, maka sebaiknya segera diumumkan koreksiannya biar tidak malu-maluin.
Jika Cak Dul melaksanakan nasihat ana ini, maka Cak Dul cukup jantan, tapi jika tidak, maka tolong dipakai sendiri sepatu merah jambunya beserta dua kuntum mawarnya.
O ya satu lagi, tapi bukan dalam rangka menyalahkan. Antum menulis judul tadi: (كاد أن يكونوا رجالا). Antum menjadikan (أن) untuk me-nashobkan khobar (كاد). Ana tidak menyalahkan, hanya penggunaannya itu amatlah jarang di kalangan Arab. Coba lihat contoh-contoh di Al Qur’an yang mana dia merupakan bahasa Arab yang paling fasih. Untuk menyingkat waktu, ana persilakan Antum merujuk Alfiyah Ibnu Malik dan seluruh syarohnya. Misalnya: (“Syarhul Makudy ‘alal Alfiyah”/hal. 69).
Ini sekedar faidah, bukan menyalahkan. Dan semoga sebelum risalah ini sampai kepada Cak Dul, sudah ada perbaikan.
nukilan dari tulisan 
Mengingat Kembali
Kebusukan Abdul Ghofur Al Malangi
apel utk abdul g
Baca selengkapnya  di SINI
MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN ABDUL GHAFUR AL MALANGI 1
http://www.scribd.com/doc/154846183/Kebusukan-Abdul-Ghafur-Al-Malangi-1
MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN ABDUL GHAFUR AL MALANGI 2
http://www.scribd.com/doc/154852669/MENGINGAT-KEMBALI-KEBUSUKAN-ABDUL-GHAFUR-AL-MALANGI-2
MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN ABDUL GHAFUR AL MALANGI 3
http://www.scribd.com/doc/155025780/Kesembronoan-Abdul-Ghafur-Al-Malangi-Bagaian-3
MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN ABDUL GHAFUR AL MALANGI 4
http://www.scribd.com/doc/155255462/Mengingat-Kebusukan-Abdul-Ghafur-Al-Malangiy-4-Asy-Syaikh-Rabi-Al-Madkhali-alim-Salafiy-Abdulloh-Al-Mar-iy-itu-HIZBIY
MENGINGAT KEMBALI KEBUSUKAN ABDUL GHAFUR AL MALANGI 5
http://www.scribd.com/doc/155261248/Kebusukan-Abdul-Ghafur-Al-Malangi-5-Kebatilan-Ubaid-Al-Jabiriy-tidak-dipungkiri-Yang-Membongkarnya-malah-dimusuh
Ditulis oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy Al Indonesy
semoga Alloh memaafkannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar