BANTAHAN UNTUK ABDUL GHOFUR AL MALANGY
بسم الله الرحمن الرحيم
Ditulis oleh:
Abu Abdirrohman Shiddiq al-Bugisiy
-semoga Alloh menjaganya-
2 Dzulhijjah 1433 H
Darul Hadits Dammaj
-semoga Alloh menjaganya-
2 Dzulhijjah 1433 H
Darul Hadits Dammaj
الحمد لله وحده, ونصر عبده, والصلاة والسلام على من لا نبي بعده؛ أما بعد:
Abdul Ghofur malang Al-Hizbi pengekor luqman Ba’abduh al hizbi telah
menyebar sebuah tulisan rendahan yang berjudul “Muhadharah Gabungan
Hajuriyah _Hasaniyah” menukil berita dari web sampah “wahyain.com” yang
di isi oleh para hizbiyyin mar’iyyah yang intinya sebagai berikut:
Beberapa bulan yang lalu diadakan sebuah muhadharah bersama Hajuriyah-Hasaniyah di
sebuah masjid di distrik Al Qaidah di Propinsi Ib. Masjid ini termasuk sebagai masjid terbesar
milik para pengikut Al Hajury di distrik tersebut dan merupakan markas mereka yang paling
utama di sana, sedangkan tim penceramahnya merupakan pengikut Abul Hasan Al Ma’riby yang
namanya ‘Adnan Zuraiq.
Telah memberi sambutan dalam muhadharah tersebut seorang tokoh dari para pengikut Yahya Al Hajury di distrik tersebut yang bernama Majid Al ‘Udaini, dia ini memuji-muji ‘Adnan Zuraiq.
Dan sebelum memberikan kata sambutan, dia mengumumkan muhadharah secara lisan dan
melalui pamflet/selebaran yang dia tempelkan di masjid.
Di dalam muhadharah tersebut ‘Adnan Zuraiq memuji Abul Hasan Al Ma’riby dan bahwasanya dia (Abul Hasan) pernah mendukung pasukan di Kitaf dengan harta dan pasukannya. Setelah mehadharah tersebut diadakan (lagi) muhadharah yang lain antara pengikut Hajuriyun
dan Abul Hasan di salah satu masjid Hajuriyun lainnya.
Jadi, inilah contoh dari bersihnya manhaj Hajuriyin.
Sumber: http://wahyain.com/forums/showthread.php?t=2784
—-
sebuah masjid di distrik Al Qaidah di Propinsi Ib. Masjid ini termasuk sebagai masjid terbesar
milik para pengikut Al Hajury di distrik tersebut dan merupakan markas mereka yang paling
utama di sana, sedangkan tim penceramahnya merupakan pengikut Abul Hasan Al Ma’riby yang
namanya ‘Adnan Zuraiq.
Telah memberi sambutan dalam muhadharah tersebut seorang tokoh dari para pengikut Yahya Al Hajury di distrik tersebut yang bernama Majid Al ‘Udaini, dia ini memuji-muji ‘Adnan Zuraiq.
Dan sebelum memberikan kata sambutan, dia mengumumkan muhadharah secara lisan dan
melalui pamflet/selebaran yang dia tempelkan di masjid.
Di dalam muhadharah tersebut ‘Adnan Zuraiq memuji Abul Hasan Al Ma’riby dan bahwasanya dia (Abul Hasan) pernah mendukung pasukan di Kitaf dengan harta dan pasukannya. Setelah mehadharah tersebut diadakan (lagi) muhadharah yang lain antara pengikut Hajuriyun
dan Abul Hasan di salah satu masjid Hajuriyun lainnya.
Jadi, inilah contoh dari bersihnya manhaj Hajuriyin.
Sumber: http://wahyain.com/forums/showthread.php?t=2784
—-
HAKIKAT PERKARA
Sebagaimana yang dikabarkan kepada kami Akh ‘Ali Al Mutsanna حفظه الله yang hasilnya secara makna:
Akh Majid Al
‘Udaini حفظه الله adalah salah seorang penuntut ilmu di distrik Al
Qaidah dan punya mesjid di sana , hanya saja dia tidak terlalu dikenal,
dan ‘Adnan Zuraiq ini sebelum muhadarah tersebut datang ke medan kitaf
memerangi hutsiyyin-rafidhah dan memberi semangat untuk jihad kemudian
sepulangnya dia dari kitaf dia memuji Dammaj dan Syaikh Yahya, akhirnya
Akh Majid Al ‘Udaini berprasangka baik kepadanya dan mengira dia sudah
taubat dari fitnah abul hasan al hizbi, kemudian terjadilah muhadhoroh
tersebut, manakala tampak bagi Akh Majid Al Udaini bahwa ternyata dia
masih memuji Abul Hasan belum taroju’ dan meninggalkan fitnah hizbiyyah,
Akh Majid Al ‘Udaini hafidzahullah-pun mentahdzir darinya dan menyebar
selebaran mentahdzir darinya dan berlepas diri darinya sebagai bentuk
taroju’nya dari apa yang telah ia lakukan.
Jadi inilah
bentuk kefujuran hizbiyyin Al Mar’iyyin, di mana telah jelas bahwa akh
Majid Al ‘Udaini حفظه الله menyebar selebaran mentahdzir dari pengikut
Abul Hasan Al Hizbi tadi tapi mereka hanya menyebarkan dan menampilkan
dalam situs mereka kejadian muhadharah tersebut dan bahwa akh Majid Al
‘Udaini menyebarkan pamflet pengumuman dan memberi kaya pembuka tanpa
menyebutkan bahwa Akh Majid setelah itu meninggalkannya dan mentahdzir
darinya serta menyebarkan juga selebaran tentang itu, wAllahul musta’an.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
أربع
من كن فيه كان منافق خالصا ومن كانت فيه خلة منهن كانت فيه خلة من نفاق
حتى يدعها إذا حدث كذب وإذا عاهد غدر وإذا وعد أخلف وإذا خاصم فجر
“Ada empat
sifat siapa yang barang siapa empat sifat ini berada padanya maka dia
itu adalah munafik tulen, dan barangsiapa yang memiliki salah satu dari
empat sifat tadi, maka terdapat padanya satu tabiat kemunafikan sampai
ia tinggalkan, apabila berkata ia berdusta, apabila bersepakat dia
khianat, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila bertikai ia
berbuat curang (fujur).” [HR. Muslim (106) dari hadits 'Abdullah bin
'Amr رضي الله عنه ].
Adapun
ucapan mereka: Setelah muhadharah tersebut diadakan (lagi) muhadharah
yang lain antara pengikut Hajuriyun dan Abul Hasan di salah satu masjid
Hajuriyun lainnya.
kami
katakan: Sumbermu wahai abdul Ghofur hizbi dari situs para pendusta dan
majahil (orang-orang yang tidak dikenal) lagi tidak amanah dan inshaf
bagaimana bisa kami percaya dengan ucapan ini?!
kalau kalian
mampu, datangkan bukti!! Di mana? Kapan? dan di masjid manakah di
adakan muhadharah gabungan yang kalian sangkakan itu??
Dan termasuk usul ahlis sunnah adalah menjauh dan menghajer ahlul bida’ dan hizbiyyin;
Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما berkata:
الإبانة الكبرى لابن بطة (2/ 131، بترقيم الشاملة آليا)
عن ابن عباس ، قال : « لا تجالسوا أصحاب الأهواء ، فإن مجالستهم ممرضة للقلوب »
“Janganlah
kalian bermujalasah dengan pengekor hawa nafsu, karena sesungguhnya
bermujalasah dengan mereka membuat hati menjadi sakit.”
Dan abul
hasan dan komplotannya, sururiyyun, turotsiyyun serta kalian wahai
luqmaniyyun, dzulqorniyyun-akmaliyyun termasuk dari golongan ahlul bida’
dan hizbiyyin yang berhak untuk di hajr dan tidak dihadiri majlisnya,
Allahumma kecuali siapa yang taubat dari kalian.
Dan hawa
nafsu dan fanatik buta telah membuat mereka (si malangi dan tuan-taunnya
dari kalangan mar’iyyun dan luqmaniyyun) lupa dengan apa yang pembesar
mereka lakukan, apa jawaban mereka ketika para pembesar mereka turun dan
ngisi di tempat hizbiyyin hasaniyyun dan selainnya?? Sebagaimana yang
telah tertera pada risalah “mukhtashor bayan” dan telah dibombardirkan
sekian tahun yang lalu?? Di antaranya sebagai berikut:
a- Yang
dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi
-waffaqahulloh- di dalam rihlah (safari dakwah) nya yang terkenal ke
”Adn, Hadhromaut, Ta’iz dan Yafi’, yang di dalam acara rihlah tadi
terangkat lagi pengikut Abul Hasan seperti Sholah bin Ali Sa’id, Jalal
Nashir Al ‘Adany, Muhammad ‘Iwadh Al Yafi’y, dan Jamil Syuja’ yang mana
beliau berkumpul dengan mereka dan singgah di masjid-masjid mereka dan
memuji mereka tanpa adanya tobat dari mereka, tanpa adanya bayan
(penjelasan kesalahan yang telah lalu) ataupun ishlah (perbaikan),
dengan ditemani Abdulloh dan Abdurrohman ibnai Mar’i dalam mengangkat
sebagian mereka dan berkumpul dengan mereka. Dan tampak keridhoan
keduanya dengan perbuatan itu, dan tanpa adanya pengingkaran dari
keduanya terhadap perbuatan itu. Dan yang menunjukkan bahwa keduanya itu
ada di atas asas awal yang menyelisihi kebenaran itu adalah : manakala
Abdurrohman Al ‘Adany pergi ke Hasyid, dan diumumkanlah ceramah buatnya
di sana, berjumpalah dia dengan si Hasyidi –salah seorang kepala
pengikut Abul Hasan- di dalam ceramah tadi, dan si Hasyidi itu berdiri
dan mencerca Syaikh Yahya حفظه الله , lalu seusai pidatonya dia
berkata,”Dan sekarang tiba giliran Syaikh Abdurrohman untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan.” Maka Abdurrohman bangkit dan tidak mengingkari
cercaannya tadi, tapi bahkan dia menjabat tangan si Hasyidi dan
berpelukan dengannya setelah itu.
b- Dan
pada bulan Romadhon pada tahun ini 1429 H berjumpalah Muhammad Al
Hasyidi –salah seorang kepala pengikut Abul Hasan- dengan Hani’ bin
Buroik dan Muhammad bin Gholib –dan keduanhya adalah salah satu kepala
fitnah Abdurrohman Al ‘Adni di Madinah Nabawiyyah dan da’inya-. Dinukil
oleh Abu Hatim Abdulloh bin Hasan Al Asymuri.
c-
Berkata Ahmad Al Bakry حفظه الله : « Datang kepadaku Hasyim As Sayyid
untuk memberi nasehat menurur anggapannya, karena dia mendengar bahwa
aku telah membaca malzamah-malzamah yang dikeluarkan oleh Syaikh Yahya
حفظه الله dalam penjelasan keadaan Abdurrohman bin Mar’i . Kemudian dia
(Hasyim) berkata : Tidakkah kami tahu apa yang dikatakan Abul Hasan di
muhadhoroh yang disampaikan di masjid Abaas Thohil , Aku menjawab
: « Apa yang dia katakan ?? » Berkata Hasyim : » Abul Hasan berkata
kepada kawan-kawannya : « Bergembiralah kalian sesungguhnya akan datang kepada kalian tamu » yang dimaksud dengan tamu sebagaimana perkataan Hasyim kepadaku adalah Abdurrohman bin Mar’i . Selesai perkataan Ahmad Bakry .
d-
Berkata Abdulloh Thaha dan Sholih Syu’aiby : Jama`ah masjid Ibnu Qayyim
yang dibawah Yayasan Al- Hikmah mengumumkan muhadhoroh Abdurrohman Al
adany di masjid As Shohabah.
e-
Para pengikut Yayasan Al- Ihsaan menyebarkan ditengah-tengah mereka
bahwa Abdurrohman Al adany bersama kita,dan setelah itu hadir
Abdurrohman Al adany di masjid Asy Syurthah,dan yang hadir di
muhadhorohnya sekumpulan dari pengikut Jam’iyyatul Ihsaan atas pimpinan
Hani Al Yazidy salah satu pimpinan Jamiyyatul Ihsan di wilayah Buroiqoh
(sebagaimana dikabarkan oleh Shalih Al Yafi’y , dan telah mengabari:
(Muhammad ‘Audh dan ‘Aly Rohwah dan Adib Abdul Aziz) yang mereka
mendatangi muhadhoroh itu bahwa pengikut Jam’iyyatul Ihsan.Berdiri
setelah muhadhoroh mereka menyalami Abdurrohman Al adany dan di antara
mereka adalah Hani Al Yazidy dan termasuk yang menyalami mereka Hasyim
Asy Syayyid dia adalah salah satu gembong fitnah ini dan mengetahui
keadaan Hani Al Yazidy .
f- Di
antaranya : bahwa sebagian pengikut Abdurrohman mendukung bantahan An
Nazili dan As Salimi – di mana keduanya adalah pengikut Abul Hasan –
terhadap kitabnya Syaikh Yahya حفظه الله [ Subhu Asy Syariq ] yang
menjelaskan kesesatan Abdul Majid Az – Zandany (kabar ini dari Aiman
Syawafy).
Maka apa
jawaban kalian wahai malangi luqmani mar’iyyun?! Dari sekian tahun
sampai sekarang setahu kami kalian tidak menjawabnya, Apakah lisan
kalian telah di bawa lari kucing?! Ataukah kalau kalian boleh tapi kalau
dari pihak lawan kalian walaupun dari penuntut ilmu yang tidak begitu
dikenal dan telah meninggalkan dan mentahdzirnya kalian anggap kesalahan
dari seluruh orang yang bermauqif bagus dan sebagai bukti kerusakan
manhaj orang yang menerima jarh mufassar Syaikh Yahya?!
Meskipun
sebenarnya kalian tahu dengan yakin sebagaimana kalian mengenal
anak-anak kalian sendiri bahwa manhaj Syaikh Yahya حفظه الله dan kami
tidaklah demikian?? Bagaimanakah kalian berhukum?? Masih adakah di
antara kalian orang yang berakal sehat?? masih adakah tersisa rasa
malu?? Hadakumullah.
Dan di antara penyelisihan si malangi pada komentar-komentar miringnya adalah;
Menyerupai musyrikin dalam sikap tidak mencukupkan diri dengan ucapan
yang sudah benar, tapi menambahi dengan ucapan batil yang merusak
kebenaran yang telah ada
عن
ابن عباس رضي الله عنهما قال كان المشركون يقولون لبيك لا شريك لك قال
فيقول رسول الله صلى الله عليه و سلم : ويلكم قد قد فيقولون إلا شريكا هو
لك تملكه وما ملك يقولون هذا وهم يطوفون بالبيت
Dari ibnu
‘Abbas رضي الله عنه beliau berkata: Orang-orang musyrikin dulu berkata
“Aku memenuhi panggilan-Mu (wahai Rabb) tiada sekutu bagi-Mu”[1]
maka Nabi صلي الله عليه وسلم berkata: Celaka kalian Cukup! Cukup!
Kemudian mereka berkata: “kecuali sekutu yang dia itu milik-Mu, Engkau
menguasainya dan apa yang ia miliki” mereka mengatakan ini sementara
mereka bertawaf di ka’bah. [HR. Muslim (1185)].
Di
mana setelah malangi menukil ucapan yang benar bahwa Syaikh Yahya حفظه
الله memang berbahaya bagi dakwah seluruh ahlul batil,
-Kukatakan: celaka kau hai malangi Cukup! Cukup! Itu-lah hakikat perkara yang sangat jelas –berkat keutamaan Allah semata walillahil hamd-
kemudian malangi menambahi dengan ucapan batil setelahnya: “nampak
dakwah Syaikh Al Hajury memang benar-benar BERBAHAgiYA bagi dakwah ahli
batil”–wAllahul Musta’an-
Tidak-kah kau tahu ataukah kau pura-pura lupa bahwa yang paling pertama
menjarh Abul Hasan Al-Mishri adalah Syaikh Yahya Al-Hajuri?? Yang awal
fitnahnya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sampai-sampai ada yang
menyampaikan hal ini kepada Syaikh Muqbil رحمه الله manakala beliau di
rumah sakit Su’udiyyah sebelum meninggalnya, maka beliau berkata:
“Biarkan dia bicara! Karena sesungguhnya dia itu (syaikh Yahya حفظه
الله) tidaklah berbicara berdasarkan hawa nafsu.” Yang ketika itu
abdurrohman al mar’i al hizbi masih memuji abul hasan al hizbi
Dan Allah sebaik-baik saksi dan kenyataannya memang beliau benar-benar
berbahaya bagi dakwah ahlil batil, finah jam’iyyah-Yayasan beliau
menasihati dan mentahdzir ummat darinya yang telah didahului oleh Syaikh
Muqbil رحمه الله sebelumnya adapun muhammad imam ketika itu masih
mesra-mesraan dengan mereka, fitnah ikhwanul muflisin, fitnah demo,
fitnah sururi, fitnah khowarij, fitnah hutsiyyin-rafidhah yang malah
muhammad imam penulis kitab al ibanah yang dipenuhi syubhat malah
menganggap mereka tidak kafir, fitnah sufiyyah, dan dan… beliau
berbicara dan menjelaskan al-haq padanya tanpa takut celaan orang yang
mencela, walillahil hamdu wal minnah.
Saya cukupkan sampai di sini, waktu kami sangat berharga untuk kami
luangkan mendiamkan anjing hina yang menggonggong ini;
Allah Ta’ala berkata kepada Nabi-Nya:
{ خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ } [الأعراف: 199]
“Ambillah
(sifat) pemaaf dan perintahkanlah untuk berbuat kebaikan dan
berpalinglah daripada orang-orang bodoh” [Al-A'raf: 199]. Dan ‘Abdul
Ghofur ini termasuk orang-orang bodoh yang pantas untuk kita berpaling
darinya,
Dikatakan:
لو كل كلب عوى ألقمته جحرًا كان الحصى كل مثقال بدينار
“Apabila semua anjing menggonggong engkau sumpal dengan batu
kalau begitu batu kerikil setiap timbangannya senilai dengan satu dinar”
أو كلما طن الذباب زجرته إن الذباب إذن عليّ كريم
“Apakah setiap kali lalat berdengung engkau hardik kalau begitu lalat di sisiku itu berharga.”
Dan terkadang mendiamkan orang-orang dungu dan bermulut kotor seperti
‘Abdul Ghofur Malang dan selainnya lebih menyakitkan baginya daripada
kita gubris, di nisbatkan kepada Imam Asy-Syafi’i رحمه الله beliau
berkata:
متاركة السفيه بلا جواب—أشد على السفيه من الجواب
“Meninggalkan orang dungu (yang mencerca) tanpa jawaban….Lebih sakit bagi si dungu itu daripada jawaban.”
Dan dikatakan:
أعرضْ عن الجاهلِ السفيهِ … فكُلُّ ما قالَ فهو فيه
ماضرَّ بحرَ الفراتِ يوماً … أن خاضَ بعضُ الكلابِ فيه
“Berpalinglah
dari orang jahil lagi dungu…karena dia sendirilah yang pantas dengan
semua yang ia katakan (dari cercaan dan celaan).”
“Tak pernah seharipun memudharatkan laut Furat….karena sekelompok
anjing menggonggong di sekitarnya.”
Dan berkata seorang penyair:
سكت عن السّفيه فظن أني … عييت وما عييت عن الجواب
“Kudiamkan si dungu, dia kira aku…capek menjawab, padahal aku tidaklah capek menjawab.”
سبحانك اللهم وبحمدك أستغفرك وأتوب إليك
Kamis, 2 Dzulhijjah 1433
Darul Hadits Dammaj
حرسها الله
[1] Ucapan meraka sampai di sini sudah benar dalam mentauhidkan Allah سبحانه وتعالى, karena itu Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan cukup! cukup! Tapi mereka malah menambah ucapan batil setelahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar